Sabtu, 06 September 2014

Nasihat dari Jones: Pria dan Wanita, apa salahnya dengan mereka?


Seringkali kita tak asing dengan konflik di antara wanita maupun pria, cewek maupun cowok, laki laki dan perempuan. Bukan hanya di media sosial, tapi juga di kehidupan nyata yang tentunya menjadi sebuah masalah sosial yang harus diselesaikan. 


Ada apa dengan wanita? Ada apa dengan pria? Ada apa dengan mereka? Hmmmm....







Okelah bahas wanita dulu. Karena aku percaya pepatah “Ladies First” 

Kenapa dengan perempuan? Perempuan itu mbencekno, megelno, otoriter, manja, cengeng, gembeng, matre, mata duitan, gampang galauan, kompulsif dan playgirl. (cowok juga bisa playboy) lah trus, zaman sekarang aja, cewek mulai berani gonta ganti pacar. Bahkan pernah dalam pengalamanku, ada temennya sepupu temennya temenku itu wanitanya punya 20 cowok dijadiin pacar sekaligus. (Realita yang menyedihkan) itu beneran dan aku awal mikirnya juga tidak percaya.
Perempuan juga punya sifat petualangan. Petualangan karena habis pacarin cowok A, putus, ganti cowok B, habis putus, ganti cowok C dan sampe Z. Anaologinya gini aja deh. Ibarat ketika kamu bosen makan coklat, besoknya nyoba makan strawberry, habis bosen, besoknya nyoba rasa semangka dan seterusnya.
Terlebih lagi, perempuan itu memiliki sifat otoriter alias selalu merasa benar sendiri. Omegot. Itu yang bahaya bagi para pria yang seperti saya. #plak ketikakalian dihadapkan pada pilihan A, B dan C. Kalian khususnya para cowok ketika pilih A, ujung ujungnya salah. Ketika pilih B, ujung ujungnya salah lagi. Ketika pilih C, eh malah minta putus. Misal kasusnya seperti iniloh

Cewek: Cantikan mana? Aku atau orang itu?
Cowok: Cantikan kamu lah yank.
Cewek: bohong.
Cowok: ya udah deh. Cantikan dia.
Cewek: kamu jahat. Pokoknya aku minta putus. #dueng.
Janc*k kan?

Gampang galauan. Ehm, kayaknya ini juga penyakit dalam wanita. Kecuali panas dalam. Ya, aku pernah berteman dengan seorang wanita dalam situs sosialnya. Berandaku pernah dipenuhi oleh status galaunya. Terlebih itu adalah bahasa minang. Aku belum tentu paham dia tuh ngomong apaan. Terlebih lagi kalo yang galau tuh cewek cakep. Bikin status “Capek nih” komennya sampe 200 dan likenya ratusan.

Perempuan itu suka ditipu, tapi gak suka ditipu. Coba aja bilang, “kamu kok agak gendutan ya?” pasti cewek marah. Tapi ketika laki laki bilang, “ kamu kok langsing banget hari ini” (nipu) ceweknya bilang “ah biasa aja” sambil nyengir sendiri. Tuh kan sukanya gombalan, tapi kenapa ngakunya gak suka gombal? Gombal gombal gombal, trus akhirnya nyesek juga dan akhirnya nyalahin cowok. Seperti yang kubilang, cewek itu otoriter.

Cewek itu selalu ngasih kode. Mboh kode apa tapi kodenya tuh biar cowoknya peka gitu. Dan aku gak ngerti. Ketika kodenya gak dimengerti, eh malah nangis dan tetep nyalahin cowoknya. Padahal cowoknya tuh gak ngerti bahasa telepati. Lah cowok yang gak lakuin apa apa tuh jadi korban lagi. Sekali lagi, cewek itu otoriter. Mau menangnya sendiri. -_-

Dan hal yang paling dibenci laki laki pada perempuan adalah tukang PHP. Laki laki yang baik diabaikan tapi laki laki berandalan malah dipacarin. Ketika disakitin, malah bilang SEMUA COWOK SAMA SAJA! Janc*k kan? Ketika laki laki yang baik baik melayani perempuan setiap hari, misalnya ngajarin tiap hari, ngojek tiap hari, dan ngasih perhatian tiap hari, ngasih hadiah setiap hari. Tapi ketika ditembak, eh perempuannya malah jawab “kita temenan aja yah?”

(Wah, tumben upil gue gede)
Sekarang giliran cowokya. Huft. Itu adalah kata yang kukeluarkan ketika mengetik ini. cowok itu buaya, (sedangkan ceweknya adalah pakaya), munafik, gak gentleman, sukanya perawan, bokepan, gamers, sukanya hal yang instan, suka kekerasan, tampangnya doang yang ganteng tapi hatinya busuk namun yang tampangnya busuk hatinya lebih busuk lagi, sok alim, ngerokok, mabokan, keras kepala dan yang paling penting adalah gombalan.

Cowok buaya. Ya, aku pernah melihat adanya cowok buaya. Dia itu parahnya gandengan dua cewek. Beneran, aku pernah liat kayak gitua. Dia itu gandeng dua cewek sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Dan ketika kalian mengatakan, pacar kalian buaya atau mantan kalian buaya. Menurutku, cowok tadi itu buaya banget. Gandeng dua cewek sekaligus. Aku herannya tuh, ceweknya kok mau banget. Ganteng iya sih, kaya iya juga sih. #Dueng. Nah itulah sebabnya, banyak cewek yang merasa terkhianati oleh cowok buaya seperti itu tadi.

Cowok juga munafik. Ada banyak sebutannya malahan. Ada yang munafuck, munafak, munaroh, dan sebagainya. Contohnya kayak gini, cowok gombal “meskipun badai menghadang, tsunami menerpa, angin topan berhembus, tak ada yang menghalangiku untuk bertemu denganmu.” Lalu ceweknya bales. “Kenapa kemarin gak ngapel ke rumahku.” Cowoknya balas singkat banget, “gerimis” tuh kan. Kelihatan banget munafiknya. Cowok itu munafik kalo sudah gombalin cewek. Terlebih lagi kalimat “aku tak bisa hidup tanpamu”. Iku ngomong ta*k ta? Sebagian wanita pasti pernah tertipu akan hal itu sehingga membenci cowok itu.

Cowok juga gak peka akan perasaannya cewek. Gak peka kalo dikasih kode. Kodenya udah jelas jelas. Kayak nimpukin batu ke kepalanya, senyam senyum ke cowoknya. Tapi cowoknya tuh bangs*t bener kagak ngerti. Jadinya cowoknya tuh yang PHO ke cewek. Bisa jadi cowok PHO itu, malah buaya.

Cowok sukanya bokepan. Sukanya ngeres dan mandang nakal ke ceweknya. Siul siul genit, sampe melakukan pelecehan seksual. Makanya cowok itu juga hidung belang. Sukanya yang montok montok. Dan sampe ceweknya mikir aneh aneh dan risih sehingga semakin benci lagi sama cowok. Sebab lain juga karena ke-playboy-an itu. Kalo ada yang lebih cakep atau lebih seksi tuh ditinggal yang lama lalu ganti yang baru. Yang lebih bohay.

Cowok gamers. Ada yang pernah ngeluh, pacarnya gamers sehingga putus gara gara lebih merhatiin games daripada pacarnya. Cowok kalo nge games itu, susahnya minta ampun, kolot dan sukanya hode sama gak mandang waktu buat ceweknya. Ceweknya yang kesel sama gamers itu jadi putusin.

Makanya cowok juga keras kepala. Sama kayak cewek, cowok juga kadang bersifat otoriter, alias menang sendiri hingga baku hantam. Kayak kasusnya Issabella. Yang suaminya itu suka melakukan tindak kekerasan pada istrinya gara gara beda pendapat. Ketika dua daunya saling membenarkan, makanya jadi baku hantam. Udah kayak pertunjukan gratis, tinju live.

Cowok juga gak tanggung jawab, pernah denger kasus kehamilan dini? Itulah contoh cowok tak bertanggung jawab. Ceweknya udah kasih semuanya ke cowok termasuk keperawanannya malah ketika kesandung masalah itu malah kabur tak bertanggung jawab. Toh, ceweknya yang kena batunya.
Makanya, cowok itu juanc*k banget.
(Wah, upil gue makin gede aja nih)

Lah terus. Siapa yang paling baik? Wanita atau prianya?
Gini aja, au gak nyaranin buat bela cewek juga buat bela cowok. Apalagi bela bencong. Tapi yang kunilai dan kubacotin daritadi itu adalah sifat buruknya saja. Kamu tau, cocote Mario Teguh yang bilang “wanita baik untuk lelaki baik, begitupula sebaliknya” Maka dari itulah, berbuatlah yang baik. Jangan bacot kejelekan lainnya.

Manusia itu sama. Yang membedakan itu adalah perilakunya. Ketika manusia berbuat baik, derajatnya bisa lebih tinggi daripada malaikat karena melawan nafsunya. Sedangkan ketika manusia berbuat jelek, maka dia lebih rendah daripada hewan karena gak dipake otaknya.

Yang kutekankan dalam bacotan ini adalah bersifatlah OBJEKTIF daripada bersifat subjektif. Kebanyakan orang itu bersifat subjektif dalam menilai perilaku. Analogi mudahnya seperti ini: Aku pernah dirampok oleh orang, ciri ciri orang yang merampokku itu adalah berpakaian serba gelap dan memakai topi. Apakah lantas semua orang yang berpakaian hitam dan bertopi itu adalah perampok? Tidak!

Yang seharusnya kita benci itu adalah SIFAT JELEKNYA bukan ORANGNYA maupun GENDERNYA. Seharusnya kita membenci perokok, pemabuk, orang munafik, penyilat lidah, gombalan, PHPan, dan sifat jelek lainnya daripada manusianya. Ketika kita diPHP orang yang namanya cowok. Yang seharusnya kita benci itu PHPnya. Bukan cowoknya. Hingga lantas membenci cowok lain.
Ingat tentang yang membuat Abu Bakar menangis pada saat menyuapi orang buta kafir? Saat itu orang buta kafir itu meneriaki BENCILAH MUHAMMAD, NABI PALSU DAN JAUHILAH DIA, dan sebagainya. Padahal setiap hari semasa Rasulullah hidup itu menyuapi orang buta kafir itu. Sebuah contoh untuk membalas keburukan dengan kebaikan.

Ada contoh lagi, ingat latar belakang terjadinya Isra` Mi`raj? Itu disaat, penduduk thaif melemparinya dengan batu bahkan kotoran unta. (kalian sih baru dilempari bacotan aja udah marah, apalagi kotoran unta), saat itu malaikat menawarkan bencana. Tapi Rasulullah memilih untuk mendoakannya.
Ingat Nelson Mandela? Beliau adalah tokoh pejuang melawan apartheid. Akibat tindakannya, dia mendekam di penjara Pulau Robben selama 27 tahun. Padahal tujuannya itu mulia, tapi dipenjara. Tapi ketika dia dibebaskan dan kekuasaan ada ditangannya, yang pertama kali dilakukan adalah memaafkan lawan politiknya. Bila saya melakukan hal yang sama. Maka tidak ada bedanya antara aku dan mereka. Itulah ungkapan Nelson mandela pada buku Playing the enemy: Nelson Mandela. Bila dia melakukan balas dendam, maka kondisi politik Afrika Selatan itu tidak seperti saat ini.

Sama seperti ungkapan Nelson Mandela, ketika kita membalas dendam kayak kalo dia playboy, maka aku bisa dong jadi playgirl. Atau bikin lawan jenisnya cemburuan padahal itu buat ngetes dia sayang atau kagak. Lalu apa bedanya kamu dengan mereka yang playboy dan sebagainya?
Itu semuanya adalah CONTOH PERILAKU memaafkan orang.

Lalu apa tugas kita seharusnya? Tugas kita seharusnya sebagai manusia, baik wanita maupun pria itu adalah berbuat baik. Bukan menjelekkan lainnya ketika kamu diperlakukan jelek. Kayak, ah dasar si playboy F (karena si A sudah capek dituduh mulu). Bangs*t cowok pengkhianat dan sebagainya. Bukan menuduh yang si A itu jelek, si B itu baik, si C itu jelek. Kita tetap berbuat baik meskipun orang itu berbuat jelek pada kita.

Yang kutakutkan pada kalian semua ini adalah kalian tuh jadi muflis. Orang yang bangkrut. Ketika kalian berbuat baik, entah pahala sholat, puasa, haji, sedekah dan sebagainya. Tapi selama hidupmu, kamu mencaci, menzalimi, menyakiti dan menipu sebagian golongan ini. sehingga pahalamu diambil hingga habis sehingga tinggal dosamu.

Sama kayak tadi, kalian selalu mencaci lain jenismu karena mereka berbuat jelek pada kalian pada masa lampau.

Ketika kalian bilang itu sulit, biasakanlah dan maafkanlah. Ingat, semua manusia itu tak ada seperti malaikat yang selalu benar. Tapi bisa lebih dari malaikat karena melawan nafsunya. Bukankah derajat kita lebih tinggi daripada malaikat?

So, guys. Berubahlah dari sekarang. Maafkanlah mantanmu, berbuat baiklah pada semua orang termasuk orang yang memperlakukanmu dengan jelek bahkan buruk sekalipun.


#Nasihat dari Jones. 

(Jangan lupa untuk klik ikuti pada bagian kanan blog untuk menambah wawasan yang lebih luas lagi. :)
Terima kasih meluangkan waktu untuk membaca

1 komentar: