Seringkali kita tak asing dengan konflik di antara wanita maupun pria, cewek maupun cowok, laki laki dan perempuan. Bukan hanya di media sosial, tapi juga di kehidupan nyata yang tentunya menjadi sebuah masalah sosial yang harus diselesaikan.
Ada apa dengan wanita? Ada apa dengan pria? Ada apa dengan mereka? Hmmmm....
Okelah
bahas wanita dulu. Karena aku percaya pepatah “Ladies First”
Kenapa dengan perempuan? Perempuan itu mbencekno, megelno, otoriter,
manja, cengeng, gembeng, matre, mata duitan, gampang galauan,
kompulsif dan playgirl. (cowok juga bisa playboy) lah trus, zaman
sekarang aja, cewek mulai berani gonta ganti pacar. Bahkan pernah
dalam pengalamanku, ada temennya sepupu temennya temenku itu
wanitanya punya 20 cowok dijadiin pacar sekaligus. (Realita yang
menyedihkan) itu beneran dan aku awal mikirnya juga tidak percaya.
Perempuan
juga punya sifat petualangan. Petualangan karena habis pacarin cowok
A, putus, ganti cowok B, habis putus, ganti cowok C dan sampe Z.
Anaologinya gini aja deh. Ibarat ketika kamu bosen makan coklat,
besoknya nyoba makan strawberry, habis bosen, besoknya nyoba rasa
semangka dan seterusnya.
Terlebih
lagi, perempuan itu memiliki sifat otoriter alias selalu merasa benar
sendiri. Omegot. Itu yang bahaya bagi para pria yang seperti saya.
#plak ketikakalian dihadapkan pada pilihan A, B dan C. Kalian
khususnya para cowok ketika pilih A, ujung ujungnya salah. Ketika
pilih B, ujung ujungnya salah lagi. Ketika pilih C, eh malah minta
putus. Misal kasusnya seperti iniloh
Cewek:
Cantikan mana? Aku atau orang itu?
Cowok:
Cantikan kamu lah yank.
Cewek:
bohong.
Cowok:
ya udah deh. Cantikan dia.
Cewek:
kamu jahat. Pokoknya aku minta putus. #dueng.
Janc*k
kan?
Gampang
galauan. Ehm, kayaknya ini juga penyakit dalam wanita. Kecuali panas
dalam. Ya, aku pernah berteman dengan seorang wanita dalam situs
sosialnya. Berandaku pernah dipenuhi oleh status galaunya. Terlebih
itu adalah bahasa minang. Aku belum tentu paham dia tuh ngomong
apaan. Terlebih lagi kalo yang galau tuh cewek cakep. Bikin status
“Capek nih” komennya sampe 200 dan likenya ratusan.
Perempuan
itu suka ditipu, tapi gak suka ditipu. Coba aja bilang, “kamu kok
agak gendutan ya?” pasti cewek marah. Tapi ketika laki laki bilang,
“ kamu kok langsing banget hari ini” (nipu) ceweknya bilang “ah
biasa aja” sambil nyengir sendiri. Tuh kan sukanya gombalan, tapi
kenapa ngakunya gak suka gombal? Gombal gombal gombal, trus akhirnya
nyesek juga dan akhirnya nyalahin cowok. Seperti yang kubilang, cewek
itu otoriter.
Cewek
itu selalu ngasih kode. Mboh kode apa tapi kodenya tuh biar cowoknya
peka gitu. Dan aku gak ngerti. Ketika kodenya gak dimengerti, eh
malah nangis dan tetep nyalahin cowoknya. Padahal cowoknya tuh gak
ngerti bahasa telepati. Lah cowok yang gak lakuin apa apa tuh jadi
korban lagi. Sekali lagi, cewek itu otoriter. Mau menangnya sendiri.
-_-
Dan
hal yang paling dibenci laki laki pada perempuan adalah tukang PHP.
Laki laki yang baik diabaikan tapi laki laki berandalan malah
dipacarin. Ketika disakitin, malah bilang SEMUA COWOK SAMA SAJA!
Janc*k kan? Ketika laki laki yang baik baik melayani perempuan setiap
hari, misalnya ngajarin tiap hari, ngojek tiap hari, dan ngasih
perhatian tiap hari, ngasih hadiah setiap hari. Tapi ketika ditembak,
eh perempuannya malah jawab “kita temenan aja yah?”
(Wah,
tumben upil gue gede)
Sekarang
giliran cowokya. Huft. Itu adalah kata yang kukeluarkan ketika
mengetik ini. cowok itu buaya, (sedangkan ceweknya adalah pakaya),
munafik, gak gentleman, sukanya perawan, bokepan, gamers, sukanya hal
yang instan, suka kekerasan, tampangnya doang yang ganteng tapi
hatinya busuk namun yang tampangnya busuk hatinya lebih busuk lagi,
sok alim, ngerokok, mabokan, keras kepala dan yang paling penting
adalah gombalan.
Cowok
buaya. Ya, aku pernah melihat adanya cowok buaya. Dia itu parahnya
gandengan dua cewek. Beneran, aku pernah liat kayak gitua. Dia itu
gandeng dua cewek sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Dan ketika
kalian mengatakan, pacar kalian buaya atau mantan kalian buaya.
Menurutku, cowok tadi itu buaya banget. Gandeng dua cewek sekaligus.
Aku herannya tuh, ceweknya kok mau banget. Ganteng iya sih, kaya iya
juga sih. #Dueng. Nah itulah sebabnya, banyak cewek yang merasa
terkhianati oleh cowok buaya seperti itu tadi.
Cowok
juga munafik. Ada banyak sebutannya malahan. Ada yang munafuck,
munafak, munaroh, dan sebagainya. Contohnya kayak gini, cowok gombal
“meskipun badai menghadang, tsunami menerpa, angin topan berhembus,
tak ada yang menghalangiku untuk bertemu denganmu.” Lalu ceweknya
bales. “Kenapa kemarin gak ngapel ke rumahku.” Cowoknya balas
singkat banget, “gerimis” tuh kan. Kelihatan banget munafiknya.
Cowok itu munafik kalo sudah gombalin cewek. Terlebih lagi kalimat
“aku tak bisa hidup tanpamu”. Iku ngomong ta*k ta? Sebagian
wanita pasti pernah tertipu akan hal itu sehingga membenci cowok itu.
Cowok
juga gak peka akan perasaannya cewek. Gak peka kalo dikasih kode.
Kodenya udah jelas jelas. Kayak nimpukin batu ke kepalanya, senyam
senyum ke cowoknya. Tapi cowoknya tuh bangs*t bener kagak ngerti.
Jadinya cowoknya tuh yang PHO ke cewek. Bisa jadi cowok PHO itu,
malah buaya.
Cowok
sukanya bokepan. Sukanya ngeres dan mandang nakal ke ceweknya. Siul
siul genit, sampe melakukan pelecehan seksual. Makanya cowok itu juga
hidung belang. Sukanya yang montok montok. Dan sampe ceweknya mikir
aneh aneh dan risih sehingga semakin benci lagi sama cowok. Sebab
lain juga karena ke-playboy-an itu. Kalo ada yang lebih cakep atau
lebih seksi tuh ditinggal yang lama lalu ganti yang baru. Yang lebih
bohay.
Cowok
gamers. Ada yang pernah ngeluh, pacarnya gamers sehingga putus gara
gara lebih merhatiin games daripada pacarnya. Cowok kalo nge games
itu, susahnya minta ampun, kolot dan sukanya hode sama gak mandang
waktu buat ceweknya. Ceweknya yang kesel sama gamers itu jadi
putusin.
Makanya
cowok juga keras kepala. Sama kayak cewek, cowok juga kadang bersifat
otoriter, alias menang sendiri hingga baku hantam. Kayak kasusnya
Issabella. Yang suaminya itu suka melakukan tindak kekerasan pada
istrinya gara gara beda pendapat. Ketika dua daunya saling
membenarkan, makanya jadi baku hantam. Udah kayak pertunjukan gratis,
tinju live.
Cowok
juga gak tanggung jawab, pernah denger kasus kehamilan dini? Itulah
contoh cowok tak bertanggung jawab. Ceweknya udah kasih semuanya ke
cowok termasuk keperawanannya malah ketika kesandung masalah itu
malah kabur tak bertanggung jawab. Toh, ceweknya yang kena batunya.
Makanya,
cowok itu juanc*k banget.
(Wah,
upil gue makin gede aja nih)
Lah
terus. Siapa yang paling baik? Wanita atau prianya?
Gini
aja, au gak nyaranin buat bela cewek juga buat bela cowok. Apalagi
bela bencong. Tapi yang kunilai dan kubacotin daritadi itu adalah
sifat buruknya saja. Kamu tau, cocote Mario Teguh yang bilang “wanita
baik untuk lelaki baik, begitupula sebaliknya” Maka dari itulah,
berbuatlah yang baik. Jangan bacot kejelekan lainnya.
Manusia
itu sama. Yang membedakan itu adalah perilakunya. Ketika manusia
berbuat baik, derajatnya bisa lebih tinggi daripada malaikat karena
melawan nafsunya. Sedangkan ketika manusia berbuat jelek, maka dia
lebih rendah daripada hewan karena gak dipake otaknya.
Yang
kutekankan dalam bacotan ini adalah bersifatlah OBJEKTIF daripada
bersifat subjektif. Kebanyakan orang itu bersifat subjektif dalam
menilai perilaku. Analogi mudahnya seperti ini: Aku pernah dirampok
oleh orang, ciri ciri orang yang merampokku itu adalah berpakaian
serba gelap dan memakai topi. Apakah lantas semua orang yang
berpakaian hitam dan bertopi itu adalah perampok? Tidak!
Yang
seharusnya kita benci itu adalah SIFAT JELEKNYA bukan ORANGNYA maupun
GENDERNYA. Seharusnya kita membenci perokok, pemabuk, orang munafik,
penyilat lidah, gombalan, PHPan, dan sifat jelek lainnya daripada
manusianya. Ketika kita diPHP orang yang namanya cowok. Yang
seharusnya kita benci itu PHPnya. Bukan cowoknya. Hingga lantas
membenci cowok lain.
Ingat
tentang yang membuat Abu Bakar menangis pada saat menyuapi orang buta
kafir? Saat itu orang buta kafir itu meneriaki BENCILAH MUHAMMAD,
NABI PALSU DAN JAUHILAH DIA, dan sebagainya. Padahal setiap hari
semasa Rasulullah hidup itu menyuapi orang buta kafir itu. Sebuah contoh untuk membalas keburukan dengan kebaikan.
Ada
contoh lagi, ingat latar belakang terjadinya Isra` Mi`raj? Itu
disaat, penduduk thaif melemparinya dengan batu bahkan kotoran unta.
(kalian sih baru dilempari bacotan aja udah marah, apalagi kotoran
unta), saat itu malaikat menawarkan bencana. Tapi Rasulullah memilih
untuk mendoakannya.
Ingat
Nelson Mandela? Beliau adalah tokoh pejuang melawan apartheid. Akibat
tindakannya, dia mendekam di penjara Pulau Robben selama 27 tahun.
Padahal tujuannya itu mulia, tapi dipenjara. Tapi ketika dia
dibebaskan dan kekuasaan ada ditangannya, yang pertama kali dilakukan
adalah memaafkan lawan politiknya. Bila saya melakukan hal yang sama.
Maka tidak ada bedanya antara aku dan mereka. Itulah ungkapan Nelson
mandela pada buku Playing the enemy: Nelson Mandela. Bila dia
melakukan balas dendam, maka kondisi politik Afrika Selatan itu tidak
seperti saat ini.
Sama
seperti ungkapan Nelson Mandela, ketika kita membalas dendam kayak
kalo dia playboy, maka aku bisa dong jadi playgirl. Atau bikin lawan
jenisnya cemburuan padahal itu buat ngetes dia sayang atau kagak. Lalu apa bedanya kamu dengan mereka yang playboy dan sebagainya?
Itu
semuanya adalah CONTOH PERILAKU memaafkan orang.
Lalu
apa tugas kita seharusnya? Tugas kita seharusnya sebagai manusia,
baik wanita maupun pria itu adalah berbuat baik. Bukan menjelekkan
lainnya ketika kamu diperlakukan jelek. Kayak, ah dasar si playboy F
(karena si A sudah capek dituduh mulu). Bangs*t cowok pengkhianat dan
sebagainya. Bukan menuduh yang si A itu jelek, si B itu baik, si C
itu jelek. Kita tetap berbuat baik meskipun orang itu berbuat jelek
pada kita.
Yang
kutakutkan pada kalian semua ini adalah kalian tuh jadi muflis. Orang
yang bangkrut. Ketika kalian berbuat baik, entah pahala sholat,
puasa, haji, sedekah dan sebagainya. Tapi selama hidupmu, kamu
mencaci, menzalimi, menyakiti dan menipu sebagian golongan ini.
sehingga pahalamu diambil hingga habis sehingga tinggal dosamu.
Sama
kayak tadi, kalian selalu mencaci lain jenismu karena mereka berbuat
jelek pada kalian pada masa lampau.
Ketika
kalian bilang itu sulit, biasakanlah dan maafkanlah. Ingat, semua
manusia itu tak ada seperti malaikat yang selalu benar. Tapi bisa
lebih dari malaikat karena melawan nafsunya. Bukankah derajat kita
lebih tinggi daripada malaikat?
So,
guys. Berubahlah dari sekarang. Maafkanlah mantanmu, berbuat baiklah
pada semua orang termasuk orang yang memperlakukanmu dengan jelek
bahkan buruk sekalipun.
#Nasihat
dari Jones.
(Jangan lupa untuk klik ikuti pada bagian kanan blog untuk menambah wawasan yang lebih luas lagi. :)
Terima kasih meluangkan waktu untuk membaca

Upil makin gede itu maksudnya apayah :3
BalasHapus