1241=1 shared....!
Selamat datang di blog sederhanaku ini. Kuharap kalian menikmati setiap postingan yang ada disini. :)
Rabu, 21 Oktober 2015
Selasa, 09 Juni 2015
Mereka Nyata!
Karya: Kannibal Resek
Bagaimana bila seandainya semua yang kamu lihat dalam televisi itu menjadi nyata? Entah Manusia Serigala, Vampir atau animasi menyenangkan lainnya.
Kamu berpikir, itu menyenangkan bagi kamu. Bisa jadi, kamu bisa berpacaran dengan anime perempuan yang cantik, atau bisa curhat sepuasnya dengan karakter lucu.
Kenyataannya tidak.
Bagaimana bila seandainya semua yang kamu lihat dalam televisi itu menjadi nyata? Entah Manusia Serigala, Vampir atau animasi menyenangkan lainnya.
Kamu berpikir, itu menyenangkan bagi kamu. Bisa jadi, kamu bisa berpacaran dengan anime perempuan yang cantik, atau bisa curhat sepuasnya dengan karakter lucu.
Kenyataannya tidak.
Kamis, 04 Juni 2015
Awas Ada Ghoul
Karya: Kannibal Resek
Jam segini baru pulang. Sangat maklum karena aku keluyuran tidak jelas sehabis pulang kampus. Ini biasa kulakukan setiap malam jum'at. Tidak pakai motor, atau kendaraan lainnya.
Sudah malam dan tidak ada siapapun yang terlihat di jalan ini. Ini bukan di Jakarta, ini Surabaya. Tepatnya Jalan Ir. Soekarno yang diisukan terdapat banyak begal motor.
Ah, aku tidak takut. Aku nggak bawa motor.
Buruk Rupa lebih baik daripada Aristoteles
Karya: Kannibal Resek
Aristoteles pun tidak bisa menemukan bunga terbaik dalam satu taman
Dirinya membuat kebingungan untuk dirinya
Melihat bunga satu yang lebih baik dari lainnya
Lahirkan tangkai cemburu
Aku takkan berbuat kesalahan seperti Aristoteles
Kupilih engkau sebagai bunga terbaik bagiku
Bunga yang melengkapi hidupku
Takkan kubiarkan satu lebah, kupu-kupu ataupun serangga lain memikatmu
Takkan kubiarkan angin bertiup kencang
Hujan deras menggoyahkan tangkai yang lama lama rapuh
Aku akan menjagamu seperti si buruk rupa untuk terkasihnya
Si buruk rupa pun akan lebih baik daripada Aristoteles dalam hal cinta
Andaikan ada penyihir mengutukku
Lepaskan Saja Nerakamu
Karya: Rafi Izam
Bualanku akan melepaskan semua bebanmu dari kegelapan
"Aku tak apa apa" dan "Sakitnya tuh disini"
Kalimat sama yang terlontar berulang-ulang menjadi suatu topik tren
Seolah tak mengerti kalimat itu untuk apa
Kamu memikul banyak luka
Tak usahlah berlagak sok kuat
Jangan tahan luka itu seperti menganggam api neraka sendirian
Lepaskan semua dan hadapi seperti seorang manusia
Manusia seperti kamu berhasil membuat malaikat iba
Yang sejujurnya tak bisa meraih tangannya untuk menolongmu
Mereka hanya mencoba membuatmu kuat
Tangan mereka hampa, untuk apa mengharapkannya?
Peri Masuk ke Kelasku
Karya: Rafi Izam
Mungkin saja orang lain lebih beruntung daripadaku.
Adik kelasku yang berada di kelas 1 dan 2 SMP sekarang mulai libur. Sedangkan aku yang kelas 3 SMP akan menghadapi UNAS. Sedangkan teman sepantaranku sudah mendapatkan pegangan bocoran.
Sial. Aku hanya bermodalkan logika otak dan ingatanku untuk menghadapi semuanya. Itu lebih rumit dari yang kubayangkan sebelumnya.
Sebenarnya aku tak ragu untuk meminta pada temanku. Tapi percuma saja, semua belajarku maupun deretan ibadah atau mohon ampun pada Tuhan. Semua dilema ini membingungkanku.
Hari yang ditentukan untukku UNAS telah tiba. Memasuki ruangan kelas ini tak menjadi seperti biasa. Temanku justru melangkahkan kaki dengan gontai seakan bebannya tidak terasa oleh mereka.
Setan Award
Karya: Kannibal Resek
Setelah kawin dengan Kebo Albino, kehidupan Kunti menjadi tidak lagi berwarna. Saat berpacaran, dirinya mengalam masa romantisnya bersama Kebo Albino. Itu adalah sebutan untuk pocong, suaminya yang suka melihara kebo.
"Mas, kamu ini seharian males mulu. Cari kerja kek." Omel Kunti pada Kebo Albino yang sedang menonton tv.
Itu adalah kegiatan kesukaan pocong, terutama pada akhir pekan.
"Kamu tau, ini tak semudah yang kamu bayangkan. Terkadang aku harus kehilangan remot. Terkadang aku harus membetulkan antena. Dan terkadang bokongku terasa gatal." Jawabnya dengan wajah memelas.
"Dasar suami nggak berguna. Bisanya nonton tv mulu. Kerja kek, jadi polisi tidur, gantungan crane proyek atau apa kek. Pokoknya jangan gini terus dong, ah."
Setelah kawin dengan Kebo Albino, kehidupan Kunti menjadi tidak lagi berwarna. Saat berpacaran, dirinya mengalam masa romantisnya bersama Kebo Albino. Itu adalah sebutan untuk pocong, suaminya yang suka melihara kebo.
"Mas, kamu ini seharian males mulu. Cari kerja kek." Omel Kunti pada Kebo Albino yang sedang menonton tv.
Itu adalah kegiatan kesukaan pocong, terutama pada akhir pekan.
"Kamu tau, ini tak semudah yang kamu bayangkan. Terkadang aku harus kehilangan remot. Terkadang aku harus membetulkan antena. Dan terkadang bokongku terasa gatal." Jawabnya dengan wajah memelas.
"Dasar suami nggak berguna. Bisanya nonton tv mulu. Kerja kek, jadi polisi tidur, gantungan crane proyek atau apa kek. Pokoknya jangan gini terus dong, ah."
Kamar 706
Karya Kannibal Resek
Kita bukan berada di situasi perang. Namun masa lalu kelam yaitu perang dunia pertama itulah yang membuatku berdiri di sini.
Tentara digalakkan. Para penduduk Amerika tidak mau untuk mendaftarkan diri dalam medan perang. Aku adalah orang bodoh yang mencari nafkah.
Setidaknya aku mendapatkan pekerjaan.
Aku bukanlah seorang pelaut yang bodoh, atau marinor yang memiliki kekuatan yang tidak bisa aku jelaskan. Di pelabuhan ini, aku mendapatkan suatu mimpi.
Pelabuhan yang bernama Pearl Harbour ini akan diserang.
Melewati Para Monyet
Rabu, 03 Juni 2015
Siapa yang Ngasih Permen?
Karya: Kannibal Resek
"Yah, liat nih. Orang itu ngasih permen lagi ke aku. Baik banget kan, yah?" ucap Ucup, anakku yang masih berusia 7 tahun.
"Iya, nak. Baik sekali. Tapi dimana orang itu, ayah ingin menemuinya." ucapku penasaran.
"Yah, liat nih. Orang itu ngasih permen lagi ke aku. Baik banget kan, yah?" ucap Ucup, anakku yang masih berusia 7 tahun.
"Iya, nak. Baik sekali. Tapi dimana orang itu, ayah ingin menemuinya." ucapku penasaran.
Langganan:
Komentar (Atom)



