Karya: Kannibal Resek
Jam segini baru pulang. Sangat maklum karena aku keluyuran tidak jelas sehabis pulang kampus. Ini biasa kulakukan setiap malam jum'at. Tidak pakai motor, atau kendaraan lainnya.
Sudah malam dan tidak ada siapapun yang terlihat di jalan ini. Ini bukan di Jakarta, ini Surabaya. Tepatnya Jalan Ir. Soekarno yang diisukan terdapat banyak begal motor.
Ah, aku tidak takut. Aku nggak bawa motor.
Berjalan pulang dengan santai. Dinginnya yang menusuk tulang tidak menggangguku sama sekali. Malam ini ada hadiah untukku sendiri.
Seorang wanita berdiri di depanku. Menundukkan pandangan, mengenakan daster, berambut panjang terurai dan tinggi semapai layaknya pramugari pesawat.
Aku menghadiahi untukku sendiri sebuah perkenalan dengan wanita cantik yang sendirian. Tak ada apapun yang menjadi alasan untuk bisa ditebak, mengapa wanita itu disini.
Aku menjadi teringat berita tadi pagi, mengenai seorang pria yang tewas dengan luka gigit di sekujur tubuhnya. Luka gigit itu bukan karena gigi hewan buas, tapi lebih menyerupai gigi manusia.
Ah, itu hanyalah berita untuk mengisi kekosongan berita. Mereka mungkin terlalu malas sehingga cepat menyimpulkan. Aku tetap mendekati wanita itu.
"Hai, cewek. Sendirian aja."
Tidak ada jawaban. Aku terus memiliki rasa penasaran. Tapi sejujurnya, aku sedikit takut.
"Mbak, ngapain malem malem sendirian di sini? Nggak takut sendirian?"
Wanita itu tetap saja tidak menjawab. Hal yang tak wajar adalah aku menyadari sesuatu hal yang mengganjal.
"Aku tak mencium bau manusia sama sekali." Bisikku dalam hati.
Surabaya, 23 April 2015
Selamat Hari Buku Sedunia
------------------------------
Note: Cerpen ini untuk mengisi kegiatan Parade Cerpen Horror di Panchake. Kannibal Resek adalah nama hantu dari Rafi Izam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar