Rabu, 03 September 2014

Tips Menembus Penerbit Mayor

Naskah ditolak penerbit, sudah pasti jelek? ow tentu tidak…

Perlu kita sadari, saat mengajukan naskah ke penerbit-penerbit yang ada di Indonesia, kita hanyalah satu dari ribuan penulis yang mengirimkan naskah untuk diterbitkan menjadi sebuah buku. Untuk satu tema saja, penerbit bisa menerima beberapa naskah. Bisa dibayangkan bagaimana opportunity yang kita miliki, bukan? Kalau sudah demikian, maka faktor konten dan nama besar penulislah yang berbicara. Bukan berarti kita yang baru memulai tidak punya kesempatan ketika nama penulis yang menjadi filter. Kejelian kita dalam melihat peluang akan menjadi solusinya.


Jangan lupa, bahwa penerbit bukan sebuah yayasan amal, melainkan bisnis. Walaupun memang banyak penerbit yang mempunyai visi misi sosial tinggi. Dunia penerbitan bukan tanpa resiko dan penerbit dengan skala apapun tentu membutuhkan perputaran modal demi menjalankan roda bisnisnya. Tanpa perputaran modal yang baik, sebuah tujuan sosial yang terangkum apik dalam proses penerbitan buku juga akan terkendala, bukan?

Lalu bagaimana caranya, supaya karya yang sudah kita siapkan bisa segera release dan publish menjadi sebuah buku, hingga ilmu dan manfaatnya dapat diserap banyak orang? Jalan keluar yang paling sederhana adalah melalui jalur Self Publishing atau sering dikenal dengan penerbitan indie. Solusi ini dapat ditempuh dengan sedikit modal cash money, tentu saja. Bisa dengan bantuan penerbit atau kita lakukan sendiri selama kita memahami flownya yang cukup sederhana. Siapkan naskahnya, tentukan ukuran bukunya, lakukan layout, ISBN jika perlu, siapkan cover, lakukan print sesuai kebutuhan (POD/Print On demand) atau pasarkan dalam bentuk e-bookTentu kita juga  harus menyiapkan jalur distribusinya supaya buku yang sudah kita cetak tidak hanya tersimpan di meja kamar.

Ketika kita sukses di jalur indie,  bisa jadi langkah ini dapat menjadi batu loncatan untuk meyakinkan penerbit mayor. Nah, sebelum kita mengajukan naskah ke sebuah penerbit, ada baiknya kita ketahui hal-hal berikut ini:

1. Kenali Penerbit
Pada umumnya, penerbit memiliki tema khusus alias genre. Kenali terlebih dahulu spesialisasi penerbit kita. Jangan sampai kita salah alamat, misalnya naskah novel remaja dikirim ke penerbit buku-buku agama. Tentu saja, kita harus menunggu sampai penerbit tersebut berubah atau menambah genre supaya naskah kita diterima.
Kenali pula penerbit yang kita pilih, karena secara garis besar kita mengenal 2 (dua) macam penerbit: Mayor dan Indie. Kita maunya terbit mayor, dimana seluruh biaya penerbitan dan prosesnya ditanggung oleh penerbit, ternyata naskah kita kirimkan ke penerbit Indie. Namun bukan berarti penerbit Mayor tidak dapat membantu kita dalam menerbitkan naskah melalui jalur indie ya…

2. Kenali Market
Kembali ke pertimbangan bisnis. Dalam memilih naskah, penerbit akan selektif, melihat dari berbagai aspek. Salah satunya adalah permintaan pasar. Penerbit mempunyai timeline dan perencanaan tema dan judul buku yang akan diterbitkannya dalam periode tertentu. Dasarnya apa? Dasarnya bisa dari forecast yang diberikan oleh distributor atau dari analisa internal. Itulah sebabnya, naskah yang masuk bisa diterima dengan jadwal cetak cukup lama. Supaya ketika release, market akan menerima dengan baik.
Jangan ragu untuk berkunjung ke online media yang disediakan oleh penerbit, atau bertanya langsung ke penerbit melalui media yang ada (email, messanger, socmed, dll). Siapa tahu penerbit sudah memberikan daftar judul buku yang bisa kita ambil untuk diterbitkan.

3. Jajaki Opportunity
Sesekali perlu kita lakukan survei ke toko buku. Melihat kompetisi di suatu tema buku. Market yang besar dengan jumlah judul buku yang terlalu padat akan menyebabkan penyempitan market pula. Dalam kondisi ini, penerbit akan mempertimbangkan lagi untuk menambah judul buku di kolam yang sama.
Langkah lain adalah menirukan kegiatan checker (yang berperan penting dalam display buku) dengan memeriksa komputer yang disediakan oleh toko buku. Dari sini, kita bisa mendapat gambaran buku-buku yang diterima pasar dan memilki daya tahan bagus.

Lepas dari semua penjabaran di atas. Hal penting lainnya adalah JANGAN MENYERAH. Belum berhasil di penerbit satu, masih ada kesempatan di penerbit lain. Siapa tahu penerbit sebelumnya berbeda analisa dengan penerbit yang lain. Atau, naskah kita masih dalam antrian dan belum masuk dalam proses seleksi. Jika ini terjadi, kita patut bersabar, sebab respon/keputusan penerbit bisa jadi akan kita terima setelah 3 (tiga) bulan. Sembari terus mencoba menembus penerbit mayor, kita baca ulang naskah yang kita kirim dan lakukan perbaikan dan/atau update-update yang diperlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar