Jumat, 12 Desember 2014

Cerpenku: Penelitian Terlarang

Subjek penelitian adalah perkamen tua Elysius. Objek penelitian adalah rahasia di dalam perkamen tersebut. Kemudian variabel terikat adalah 53 kasus kematian akibat perkamen tersebut. Variabel bebas adalah isu peringatan terkait perkamen tersebut, barang siapa yang membaca isi perkamen putri belanda, maka akan mengalami kutukan yang menyedihkan. 

Elysius, putri campuran jerman dan belanda pada abad 18 di daerah Panarukan, ujung jalan terkenal dari Daendels. Isi perkamen itu tidak diketahui karena setiap orang yang membacanya akan mengalami kematian maupun sial yang tak terelakkan.


Paling pertama adalah pada tahun 1754, bangsawan belanda, Van Fyltosi terjatuh dari kuda dan kepalanya terkena tendangan kuda yang mengakibatkan tewas dan kehilangan banyak darah.

Dan yang paling baru adalah Ibu Warsito, pemenang pada lelang perkamen Elysius yang dibuka pada tanggal 17 Juni 2014. Dia tewas dengan melompat gedung dari ketinggian 15 meter.
------

Begitulah yang kubaca dari laporan resmi mengenai perkamen itu. Aku adalah seorang ilmuwan dengan memahami setiap konsep gaib dengan ilmiah.

Menurutku, sial atau tidaknya seseorang itu bergantung pada variabel tidak terbatas pada konstanta yang akan terjadi. Itulah yang diungkapkan Stephen King di Bukunya mengenai melihat masa depan.

Aku membuka perlahan perkamen tersebut, dan tidak mengkhawatirkan peluang terjadinya kesialan atau penyebab kematiannya diriku. Berada di ruang yang tertutup, bebas dari percikan api, tidak ada kuda, tidak ada listrik, dan hanya aku, kacamata flash untuk melihat dalam kegelapan dan perkamen.

Perkamen itu dapat kubaca!

Namun, kalimat itu hanyalah memiliki 16 baris. Dan itu ditulis dalam dialek belanda pada masa itu. Sialnya, aku tidak mengerti bahasa belanda. Sehingga aku keluar dari ruangan percobaan untuk mencari kamus belanda.

Ketika pintu terbuka, terjadilah mati lampu. Aku masih melihat karena masih terpasang kacamata flash. Tanpa sengaja, aku menyenggol bahan kimia yang berada di samping meja dekatku.

Bahan kimia itu mengenai kulitku!

Seketika kulitku menjadi melepuh dan panas. Aku mengerang kesakitan sambil tersungkur ke lantai. Namun lebih parahnya, wajahku menyentuh lantai yang menggenang cairan tadi.

Sangat sial saat ini.

Setelah itu, lampu menyala kembali. Aku masih hidup untuk melihat bahwa cairan tersebut adalah air aki pekat. Hebatnya lagi, aku masih bisa bertahan untuk mengambil kamus bahasa belanda di rak buku besar.

Hal itu tidak berlangsung lama. Rak tersebut tiba tiba saja menjadi goyah dan menimpa tubuhku yang malang.

Tamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar