Bacotan ini sebenarnya bikin aku salting mulu. (halah, lu deket cewek cakep aja udah salting duluan, raf) Iya, termasuk gituan.
Langsung fokus. Kenapa aku bacotin hal yang kayak gini? Karena hal ini HARUS kalian ketahui dan WAJIB buat dipahami secara keseluruhan.
Dulu sempet mikir, seandainya aku gak punya pacar, ntar nikahku gimana cobak? Kalopun ta'aruf, gimana caranya kenalnya? Kalopun ddideketin ceweknya dulu, takutnya zina dan menjerumus. Jadi serba salah kayaknya ya? Masak kutukan emakku yang berisi, lo bakal jadi perjaka tua, raf. Oh noooooo!
Padahal aku percaya bahwa Allah menciptakan makhluknya itu secara berpasang-pasangan. Lah wong sekarang aja perbandingan cewek sama cowok itu 5:1.
Dan juga, Allah menciptakan laki laki dan perempuan dan menjadikan berbangsa agar saling kenal. Pada surat Al Hujurat ayat 13.
Terlebih lagi katanya, nikah dapat menyempurnakan separuh iman. Sehingga? Ya gitulah. Imanku dapat dipertanyakan.
Okelah langsung aja. Apasih pacaran itu? Apakah cuman pegangan tangan? Selalu ngobrol terus? Peluk disaat boncengan motor? Nonton bareng? Malmingan? Atau keluar bareng agar bisa IYKWIM. (paling parah tuh, njir. Sekalian kasih linknya juga. Sama pacar.3gp) :v
Pacaran sebagian pandangan orang adalah suatu hal yang negatif. Melakukan maksiat dan sebagainya. Bahkan tak bosannya guru kimiaku menekankan agar tidak berpacaran agar tidak terjadi kehamilan di luar nikah. (ini serius loh!)
Bahkan kita tak dapat menyangkal bahwa ada anak SD atau dibawah umur sudah dapat merasakan pacaran. (anak kecil aja udah pacaran, masak lu jones, raf?) Ada juga temenku yang kayak pantat dinosaurus, malah udah punya pacar.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Bayangkan kalo misalnya kita tidak pernah pacaran. Kita pada umur 25 tahun, belum pernah merasakan pacaran dan langsung saja menikah. Kita belum tahu kepribadian lawan jenis sehingga terjadi percek-cokan, home broken pada anak, sehingga kita mengalami stress dan berujung pada cerai. Itulah salah satu penyebab rumah tangga yang harmonis.
Jangan yang 25, coba pada umur matang. Misal, ketika baru lulus langsung nikah, alias nikah muda. Masa remaja adalah masa dimana kita itu sangat labil, kurang konsisten, dan emosional. Bayangin aja kalo salah satu atau bahkan keduanya itu saling emosional atau labil. Pasti bakal sering terjadi piring terbang. :v
Sehingga pacaran adalah metode yang paling tepat untuk memperat pernikahan. Gak mungkin orang nikah sama orang yang baru dikenal. Umumnya orang pacaran dulu baru nikah.
(Loh? Wong pacaran itu berakibat zina atau membuat hawa nafsu)
Iya, memang benar! Pacaran itu mengundang zina dan hawa nafsu, sehingga orang ketiganya adalah Charly's Angel. Eh maksudku setan.
Seperti pada Al-Israa' ayat 17 "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk"
Dan juga An-Nur ayat 30 dan 31: "Katakanlah kepada laki laki yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesuangguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah pada wanita yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan, kecuali yang biasa nampak daripadanya......"
Jadi dari ayat ini, sudah jelas bahwa pacaran itu dilarang oleh islam karena menimbulkan hawa nafsu, pandangannya yang tak dijaga dan zina.
(lah, tadi merekomendasi pacaran, sekarang malah melarang pacaran? Gimana sih, raf? Kok plin plan gitu? Mungkin lu bakal bilang ta'aruf adalah metode paling tepat)
Kalo gitu doang mah, gak usah lu tebak. Gini, kita harus tahu dulu hakikatnya pacaran, zina dan ta'aruf.
Kalo ditinjau tadi, pacaran adalah proses pengenalan calon pasangan hidup semati. (ciyeee) diem lo! Lagi serius nih!
Pernahkah kalian memperhatikan orang yang berpacaran? Kalo lo lagi jomblo, hati lo bakalan nyesek dan bilang "sakitnya tuh disini" :v bagi yang single, bakal bilang "ah ntar juga putus" hahahaha gak gitu juga.
Maksudku memperhatikan bagaimana pacaran itu bisa terjadi, proses pacarannya, awal mula terjadi pacaran hingga akhir dari pacaran.
Pada PDKT, kita udah kenal sifat baiknya DOANG! karena ada istilah, masa PDKT lebih indah dibanding masa pacaran. *hueeekkkKetika udah pacaran, satu sama lain sedikit demi sedikit mulai mengetahui sifat jeleknya, misal cuek, pemalas, matre atau playboy. Ketika putus, barulah maki makian ala Chef Juna terjadi. "Mukamu kayak sampah!" hahaha. :D
Tanpa kalian sadari, melalui pacaran kita dapat mengetahui sifat, karakter, moral dan kepribadian seorang itu secara langsung dan terbukti. Coba saja, kalian mengingat mantan kalian, kalian pasti tau sifat baik dan buruknya pada masa itu. Karena apa? Karena kalian pernah pacaran!
(Jadi kalo pengen tau sifat, karakter atau moral orang, harus dipacarin semuanya?)
Waduh gak gitu juga? Dilihat dari cara penampilannya udah cukup kok. Kalo dari sisi luarnya udah menurutmu bagus, kamu tinjau lagi dari dalamnya. Minimal itu sudah menyingkirkan beberapa variabel wanita yang ada di indonesia.
Perlu diperhatikan, kita tuh harus mengerti hakikat pacaran! Kalian pacaran buat apa sih?
Rata rata, kalian pacaran karena suka, sama sama suka, jadi tukang anter, jadi tukang ngobrol, jadi motivasi belajar atau motivasi beribadah. *kalo yang jawab motivasi ibadah, ketahuan kalo gak pernah sholat, dan sholat karena pacar.
Karena beberapa tujuan pacaran diatas adalah dilandasi sebagai hawa nafsu. Kita bandingkan aja di antara manfaat dan pengorbanannya.
Apabila manfaatnya lebih besar daripada pengorbanannya, maka pacaran dapat dikatakan sebagai bermanfaat. Apabila manfaatnya lebih kecil daripada pengorbanan, maka pacaran dapat dikatakan merugikan. Apabila keduanya sama, maka pacaran dapat dikatakan sebagai netral.
Noh, kalo kalian ngorbanin ngojek, ngeluarin duit banyak (padahal tuh duit dari orang tua), trus smsan ngabisin pulsa dan intinya kalian ngorbanin banyak buat pacar kalian tapi kalian hanya mendapatkan kerugian kayak sakit hati, perasaan yang netral, cuek dan membuang waktu yang berharga kalian buat berkarya. Dapat dipastikan pacaran model kalian tuh dikategorikan sebagai pacaran yang merugikan.
Tapi pacaran dapat menguntungkan juga loh. Asal mengerti tujuan sebenarnya dari pacaran itu sendiri. Pertama, tadi sudah kukatakan pacaran adalah proses perkenalan calon pasangan hidup.
Jadi tujuan itu jangan disalah-gunakan. Untuk mencari tahu bagaimana sikapnya, moralnya dan perilakunya. Itu hanya metode aja sih. Biasanya, kalo selesai menganalisa ketiga hal tadi, baru deh nikah. Proses ini paling lama 5-10 bulan sebelum nikah. Maka dari itu, meminimalisir daya tahan pandangan bukan muhrim atau zina, makanya prosesinya dipercepat. (tapi harus diperhatikan juga biar gak kecewa sekaligus cerai) Kalopun ntar nakal berpikiran tentang orang yang dipacarinya, ini hanya permasalahan kuat tujuannya. Kalopun niatnya berdasarkan tujuan tadi, dia gak bakal mikirin itu dan fokus kroscek kepribadian lawan jenisnya, hingga menemukan titik benar atau titik salah.
Kalopun pacarannya 24 tahun, berarti nikahnya 24-25 tahun juga. Kalo pacaran mulu, maksiatnya jalan. Hihihi. Gak bakalan kuat nahan. Karena nafsu bagian dari fitrah.
Kalo pacarannya selain tujuan itu, dapat dipastikan bahwa pacarannya dapat merugikannya. Kalopun aku nyari ayat tentang larangan pacaran, justru gak ada.
Paling ada cuman zina, pandangan bukan muhrim dan dasarnya. Dasarnya kalo kuperhatikan, sebenarnya memang bener sih kalo zina adalah perbuatan keji yang harus dihindar atau menjaga sesuatu dari bukan muhrimnya. Termasuk berpandangan bukan muhrim.
Kalo diperhatikan juga pada zaman sekarang, pacaran model sekarang juga menjurus pada zina, bersentuhan satu sama lain yang bukan muhrim. Malahan lebih parah, hamil di luar nikah. Terlebih lagi, banyak paradigma yang menganggap orang kalo berduaan itu intinya adalah pacaran. Padahal, belum tentu lagi pacaran.
Su'udzon adalah salah satu penyebab dari zina.
Kalo dicocokkan pada konteks sekarang, seharusnya mindset pemuda/i diubah kalo pacaran itu seharusnya bukan kayak gitu. Tapi diniatkan pada mengenal lawan jenisnya, entah kepribadian, moral ataupun perilakunya.
Kayak niat ke sekolah. Niat ke sekolah itu berbeda beda. Ada niat karena uang jajan, karena ketemu do'i, karena dapat ketemu temen, dan mencari ilmu.
Kalo tujuan kita bener yaitu mencari ilmu, maka kita pergi ke sekolah itu mendatangkan manfaat dibanding tujuan yang lainnya kayak ketemu temen, canda tawa, apalagi ketemu do'i.
Kutekankan sekali lagi ya, biar gak salah paham. Umur sekarang belum diperbolehkan pacaran karena pertama labil, kedua gak terkontrol, ketiga emosional, keempat kurang ada rencana kedepan. Mendingan pacarannya sebelum atau sesudah nikah. Tapi masa pacaran sebelum nikahnya disingkat dan masa pacaran sesudah nikahnya diperpanjang bahkan selamanya biar terus mesra dan gak cerai. Cieeeee!
Tentang ta'aruf. Hampir sama kayak pacaran model baru tadi. Tapi perbedaannya adalah menghadiri keluarga besar dan prosesnya terlalu cepat. Prosesnya paling cepat adalah 1 minggu.
Cepat pun belum tentu akurat untuk mengenali kepribadian seseorang. Tergantung keberuntungan kalian atau keluarga kalian tidak memaksa.
Terserah kalian memilih yang mana? Apakah berpacaran cepat buat mengenali pasangan kalian lalu nikah atau ta'aruf. Jadi udah paham, kan? Sekarang waktunya jones kembali tidur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar